7 Cara Memotong Kawat Ram yang Aman dan Rapi

Memotong kawat ram dengan benar dimulai dari memilih alat yang sesuai dengan ketebalan material dan menerapkan prosedur keselamatan kerja yang ketat.

Kawat ram atau wiremesh adalah material jaring baja yang banyak digunakan dalam proyek:

  • Konstruksi beton bertulang
  • Pembuatan kandang hewan
  • Pagar pembatas 

Kesalahan saat memotong bisa menyebabkan pemborosan material dan meningkatkan risiko cedera akibat ujung kawat yang tajam serta tidak beraturan.

Teknik pemotongan kawat ram bergantung pada:

  • Diameter
  • Jenis bahannya 

Kawat berdiameter kecil hingga sedang bisa dipotong dengan tang potong atau gunting pelat timah.

Sementara kawat tebal atau berbahan keras seperti stainless steel memerlukan alat yang lebih kuat seperti gergaji besi, gerinda sudut, atau pemotong baut.

Alat Potong Wiremesh Berdasarkan Ketebalan Material

1. Kawat Ram Ringan hingga Sedang

  • Tang potong diagonal (wire cutters/snips)

Alat manual yang paling umum digunakan untuk memotong kawat berdiameter kecil hingga sedang seperti M4-M6.

Tang potong bekerja dengan sistem tekan yang memutus kawat secara langsung, cocok untuk pekerjaan cepat di lapangan tanpa memerlukan listrik.

  • Gunting pelat timah (tin snips)

Pilihan untuk kawat ringan yang membutuhkan potongan lebih presisi dan kontrol lebih baik.

Gunting ini dilengkapi rahang tajam yang menghasilkan potongan rapi tanpa merusak struktur kawat di sekitarnya.

2. Kawat Ram Tebal atau Bahan Keras

  • Gergaji besi (hacksaw)

Solusi manual untuk memotong kawat tebal yang tidak bisa dipotong dengan tang biasa. 

Gergaji besi menggunakan mata gergaji bergigi halus yang dirancang khusus untuk memotong logam keras dengan hasil akurat dan minim percikan.

  • Gerinda sudut (angle grinder) dengan mata potong logam

Alat elektrik paling cepat untuk memotong kawat ram diameter besar seperti M8 ke atas.

Gerinda menghasilkan putaran berkecepatan tinggi yang memungkinkan pemotongan dalam hitungan detik, tapi menghasilkan percikan api sehingga memerlukan pengawasan ketat.

  • Gunting pemotong baut (bolt cutters)

Alat dengan rahang tebal dan tuas panjang yang memberikan daya tekan maksimal untuk memotong material keras berdiameter besar.

Bolt cutter tidak memerlukan sumber listrik dan sangat awet untuk penggunaan jangka panjang.

3. Peralatan Keselamatan Wajib

Perlengkapan pelindung diri harus dikenakan selama proses pemotongan untuk mencegah cedera serius:

  • Sarung tangan kulit atau anti potong: Melindungi tangan dari luka gores, duri kawat, dan serat tajam yang bisa merobek kulit.
  • Kacamata pelindung atau face shield: Mencegah serpihan logam dan percikan api masuk ke mata, terutama saat menggunakan gerinda atau gergaji.
  • Masker debu atau respirator: Menghindari inhalasi partikel logam halus yang dihasilkan selama pemotongan.
  • Sepatu safety berujung besi: Melindungi kaki dari benturan kawat atau alat berat yang jatuh.
  • Pakaian kerja lengan panjang: Mengurangi resiko luka bakar dari percikan dan luka gores akibat kawat tajam.

Cara Memotong Kawat Ram dengan Benar

1. Persiapan Area Kerja dan Keamanan

  • Bersihkan area kerja dari benda mudah terbakar, cairan, atau material yang dapat mengganggu proses pemotongan.
  • Pastikan permukaan kerja datar dan stabil untuk menghindari kawat bergeser saat dipotong.
  • Periksa kondisi kawat ram untuk memastikan tidak ada korosi atau kerusakan yang dapat membuat kawat bereaksi tidak terduga.
  • Lepaskan semua tegangan pada kawat sebelum memulai agar tidak terjadi gerakan tiba-tiba yang membahayakan.​

2. Ukur dan Tandai Titik Pemotongan

  • Gunakan meteran untuk mengukur panjang kawat sesuai kebutuhan proyek dengan tingkat presisi tinggi.
  • Tandai titik pemotongan menggunakan spidol permanen, kapur, atau isolasi berwarna agar terlihat jelas dari segala sudut.
  • Lakukan pengecekan ulang sebelum memotong untuk menghindari kesalahan yang menyebabkan pemborosan material.​

3. Amankan Posisi Kawat Ram

  • Letakkan kawat ram di atas meja kerja atau alas kayu yang kokoh dan rata.
  • Gunakan penjepit C-clamp atau ragum untuk mengunci kawat agar tidak bergerak selama proses pemotongan.
  • Kawat yang tidak stabil dapat menyebabkan potongan miring, tidak rapi, dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.​

4. Lakukan Pemotongan Sesuai Jenis Kawat

  • Untuk kawat tipis atau sedang

Posisikan rahang tang potong diagonal atau gunting pelat tepat pada garis yang sudah ditandai.

Tekan rahang secara kuat dan merata dalam satu gerakan untuk menghasilkan potongan bersih tanpa serat kawat yang mencuat.​

  • Untuk kawat tebal atau keras

Gunakan gerinda sudut dengan mata potong logam atau gergaji besi sesuai kondisi lapangan.

Jika menggunakan gerinda, pegang alat dengan kuat menggunakan kedua tangan dan potong secara perlahan untuk menghindari percikan berlebihan.

Untuk gergaji besi, pastikan kawat benar-benar terkunci diam selama proses penggergajian agar hasil maksimal.​

5. Finishing dan Penghalusan Ujung Potongan

  • Setelah pemotongan selesai, periksa ujung kawat untuk memastikan tidak ada bagian tajam atau duri yang mencuat.
  • Gunakan gerinda halus, kikir logam, atau amplas besi untuk meratakan dan menghaluskan ujung kawat.
  • Langkah finishing ini sangat penting untuk menghindari luka saat pemasangan, pengangkutan, atau penggunaan kawat ram di proyek konstruksi.​

Kesalahan Umum dalam Memotong Kawat Ram

Meskipun terlihat sederhana, pemotongan kawat ram sering mengalami kesalahan yang berdampak pada kualitas hasil dan keselamatan pekerja.

Berikut kesalahan umum dan cara menghindarinya.

1. Memotong Tanpa Pengukuran yang Akurat

Memotong tanpa mengukur atau hanya mengandalkan perkiraan visual menyebabkan pemborosan material. 

  • Selalu gunakan meteran untuk mengukur dan tandai titik potong dengan spidol atau kapur.
  • Untuk banyak potongan dengan ukuran sama, buat template pemotong agar hasilnya konsisten.

2. Tidak Mengamankan Material

Kawat yang tidak diamankan akan bergerak atau melenting saat dipotong, terutama jika masih ada tegangan.

  • Gunakan ragum, klem C, atau minta bantuan rekan kerja untuk menahan kawat dengan kuat.
  • Pastikan kawat dalam posisi datar dan stabil sebelum memotong.

3. Menggunakan Alat yang Tidak Sesuai

Memaksakan alat yang tidak sesuai dengan ketebalan kawat akan merusak alat dan menghasilkan potongan buruk.

  • Gunakan tang potong untuk kawat M4-M6.
  • Gunakan bolt cutter untuk M6-M10.
  • Gunakan gerinda untuk kawat sangat tebal atau stainless steel.

4. Mengabaikan Kondisi Mata Potong

Mata potong yang tumpul atau rusak membuat pemotongan membutuhkan tenaga ekstra dan lebih mudah tergelincir.

  • Periksa kondisi mata potong sebelum digunakan dan ganti jika sudah tumpul, retak, atau berkarat.

5. Posisi Pemotongan yang Salah

Posisi tubuh atau tangan yang tidak tepat menyebabkan kelelahan dan hasil potongan miring.

  • Posisikan alat tegak lurus terhadap kawat dan gunakan kedua tangan untuk kontrol maksimal.
  • Saat menggunakan gerinda, jaga jarak aman antara tubuh dengan area pemotongan.

6. Tidak Memperhatikan Arah Gulungan

Kawat dalam gulungan memiliki tegangan internal yang bisa menyebabkan kawat melenting keras.

  • Buka ikatan dengan hati-hati dan ratakan kawat di permukaan datar sebelum memotong.
  • Jika harus memotong dalam kondisi tergulung, potong di sisi luar dan pastikan ada pengaman di sisi berlawanan.

7. Mengabaikan Sisa Potongan Tajam

Ujung kawat yang tajam setelah dipotong sangat berbahaya.

  • Gunakan kikir logam atau gerinda untuk menghaluskan ujung kawat.
  • Kumpulkan semua potongan sisa di wadah khusus dan jangan biarkan berserakan di area kerja.

Dapatkan Material Kawat Terbaik di PBS!

Menguasai cara memotong kawat ram dengan benar artinya menjaga keselamatan pekerja dan kualitas hasil akhir proyek konstruksi. Dengan memilih alat sesuai ketebalan kawat, mengikuti prosedur keamanan, dan melakukan finishing dengan teliti, setiap pekerjaan akan berjalan lebih lancar dan aman.​

Hubungi Admin Prima Bajaindo Sukses untuk konsultasi dan pemesanan produk terbaik yang mendukung keberhasilan proyek konstruksi Anda.