Plat Galvanis dan Galvanil Itu Sama atau Berbeda?

“Galvanis” dan “galvanil” sering dianggap sebagai dua istilah untuk material yang sama. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan baja berlapis seng dan sama-sama digunakan untuk membantu melindungi baja dari korosi. 

Namun, plat galvanis dan galvanil sebenarnya tidak sepenuhnya sama. Perbedaannya terutama terletak pada karakter lapisan dan proses setelah baja mendapatkan pelapisan. 

Dalam istilah teknis, galvannealed merujuk pada baja dengan lapisan paduan seng-besi (zinc-iron alloy) yang terbentuk melalui perlakuan panas setelah proses pelapisan seng. 

ASTM juga membedakan zinc-coated steel sebagai galvanis dan zinc-iron alloy-coated steel sebagai galvannealed. Lalu, apa yang membedakan keduanya? Apakah salah satunya selalu lebih baik? Jawabannya bergantung pada kebutuhan penggunaannya.

Apa Itu Plat Galvanis?

Plat galvanis merupakan lembaran baja yang mendapatkan lapisan seng untuk memberikan perlindungan terhadap korosi. Pada proses hot-dip galvanizing, baja dicelupkan ke dalam seng cair sehingga terjadi reaksi antara permukaan baja dan seng. 

Proses tersebut menghasilkan lapisan perlindungan yang melekat secara metalurgis pada baja. Lapisan seng memiliki peran penting dalam melindungi baja. Selain menjadi penghalang terhadap lingkungan, seng juga dapat memberikan perlindungan katodik ketika sebagian kecil permukaan baja mengalami kerusakan atau terbuka.

Dalam praktiknya, istilah galvanis juga cukup umum digunakan untuk berbagai produk baja berlapis seng. PBS sendiri mencantumkan plat galvanize sebagai plat yang mendapatkan lapisan seng dan digunakan untuk kebutuhan seperti ducting, rangka, tangki, serta pekerjaan interior dan eksterior.

Lalu, Apa Itu Galvanil?

Galvanil merupakan istilah yang umum digunakan untuk material baja dengan lapisan paduan seng-besi atau zinc-iron alloy. Dalam istilah internasional, material ini dikenal sebagai galvannealed steel.

Proses pembuatannya pada dasarnya dimulai seperti galvanisasi celup panas. Baja melewati bak seng cair, kemudian mendapatkan perlakuan panas sehingga sebagian unsur besi dari baja berdifusi ke lapisan seng. Hasilnya adalah lapisan yang tidak lagi berupa seng sebagai lapisan luar biasa, melainkan memiliki struktur paduan seng-besi.

Karakter inilah yang menjadi pembeda penting antara galvanis dan galvanil. Jadi, istilah galvanil tidak sekadar menunjukkan bahwa baja tersebut “diberi seng”, tetapi mengacu pada kondisi lapisan setelah proses galvannealing.

PBS juga menjelaskan plat galvanil sebagai baja lapis yang mengandung campuran seng dan besi. Karakter tersebut membuat materialnya memiliki permukaan dan sifat yang berbeda dari plat galvanis pada umumnya.

Jadi, Apa Perbedaan Plat Galvanis dan Galvanil?

Secara sederhana, keduanya memiliki dasar yang sama: sama-sama merupakan baja yang mendapatkan perlindungan berbasis seng. Perbedaannya berada pada bentuk dan proses pembentukan lapisan tersebut.

Pada plat galvanis, fokus utamanya adalah lapisan seng yang memberikan perlindungan terhadap korosi. Pada galvanil, lapisan tersebut mengalami perlakuan panas sehingga besi berdifusi ke dalam lapisan seng dan membentuk paduan seng-besi.

Perbedaan tersebut kemudian memengaruhi karakter permukaan dan perilaku material ketika diproses lebih lanjut.

AspekPlat GalvanisGalvanil
LapisanLapisan berbasis sengPaduan seng-besi
Proses utamaPelapisan seng, termasuk metode hot-dipPelapisan seng yang dilanjutkan proses annealing
Karakter permukaanUmumnya memiliki tampilan khas lapisan sengCenderung lebih halus dan matte
PengecatanBergantung pada kondisi dan persiapan permukaanUmumnya memiliki kemampuan paintability yang baik
PengelasanPerlu memperhatikan keberadaan lapisan sengKarakter lapisan mendukung proses pengelasan tertentu
Pertimbangan utamaPerlindungan korosi dan kondisi lingkunganPerlindungan korosi sekaligus kebutuhan fabrikasi dan finishing

Karakter galvannealed yang lebih mudah menerima cat dan memiliki perilaku pengelasan yang baik juga dijelaskan oleh SSAB. Perlakuan panas setelah pelapisan menghasilkan lapisan seng-besi dengan permukaan yang sesuai untuk proses pengecatan.

Mengapa Galvanil Memiliki Permukaan yang Berbeda?

Perbedaan permukaan bukan sekadar persoalan tampilan. Pada proses galvannealing, perlakuan panas menyebabkan besi dari substrat baja berdifusi ke dalam lapisan seng. Reaksi tersebut menghasilkan senyawa atau fase paduan seng-besi pada lapisan permukaan.

Karena struktur lapisannya berbeda, permukaan galvanil umumnya terlihat lebih matte dan memiliki karakter yang mendukung proses finishing. Material galvannealed juga dikenal memiliki kemampuan menerima cat yang baik.

Jadi, ketika seseorang melihat perbedaan permukaan antara galvanis dan galvanil, perbedaan tersebut bukan hanya akibat variasi finishing. Ada proses metalurgi yang mendasarinya.

Bagaimana dengan Ketahanan terhadap Korosi?

Keduanya sama-sama dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap korosi, tetapi bukan berarti keduanya dapat diperlakukan sebagai material yang identik dalam semua kondisi.

Pada galvanis, lapisan seng berfungsi sebagai pelindung sekaligus memberikan perlindungan katodik terhadap baja. Karakter tersebut menjadi salah satu alasan baja galvanis banyak digunakan ketika perlindungan terhadap lingkungan menjadi pertimbangan utama.

Galvanil juga memiliki perlindungan terhadap korosi. Namun, karakter lapisan seng-besinya membuat material tersebut sering dipilih. SSAB menyebut lapisan galvannealed memiliki paintability dan weldability yang baik.

Penggunaan Plat Galvanis dan Galvanil

Perbedaan karakter membuat keduanya dapat digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.

Plat Galvanis

Plat galvanis dapat dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan yang membutuhkan baja dengan perlindungan terhadap korosi. Dalam penggunaan komersial, PBS mencantumkan beberapa aplikasi seperti ducting, rangka, tangki, serta kebutuhan interior dan eksterior.

Produk berbasis galvanis juga digunakan pada kebutuhan konstruksi yang membutuhkan material dengan perlindungan terhadap karat. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan fungsi komponen.

Galvanil

Galvanil banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan permukaan dengan kualitas finishing yang baik serta karakter yang mendukung proses fabrikasi. Material galvannealed dikenal luas dalam industri otomotif, termasuk untuk komponen bodi kendaraan, karena permukaannya dapat menerima cat dengan baik dan lapisannya mendukung pengelasan titik.

Dalam konteks industri dan manufaktur, karakter tersebut menjadi pertimbangan penting ketika material tidak hanya digunakan sebagai pelindung baja, tetapi juga harus melalui proses pembentukan, pengelasan, atau pengecatan.

Mana yang Lebih Baik, Galvanis atau Galvanil?

Pertanyaan ini sebenarnya kurang tepat jika tidak disertai konteks penggunaan. Galvanis bukan otomatis lebih baik daripada galvanil. Begitu pula galvanil tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua pekerjaan.

Jika kebutuhan utamanya adalah mendapatkan baja dengan lapisan seng untuk perlindungan terhadap korosi, galvanis dapat menjadi pilihan yang relevan. Sementara itu, jika material akan menjalani proses finishing atau fabrikasi tertentu dan karakter lapisan seng-besi lebih sesuai dengan kebutuhan tersebut, galvanil dapat dipertimbangkan.

Di PBS, kami melihat pemilihan material sebaiknya dimulai dari fungsi akhir produk, bukan hanya dari nama materialnya. Lingkungan penggunaan, proses fabrikasi, kebutuhan finishing, serta karakteristik lapisan perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih

Ada satu hal yang sering luput ketika membandingkan galvanis dan galvanil: istilah yang digunakan oleh penjual belum tentu cukup untuk menggambarkan spesifikasi material secara lengkap.

Karena itu, jangan hanya bertanya apakah suatu plat “galvanis” atau “galvanil”. Periksa juga jenis coating, standar material, metode pelapisan, kebutuhan fabrikasi, dan tujuan penggunaannya.

Hal ini penting karena galvanis dan galvanil bukan sekadar dua nama dagang untuk material yang sama. Secara teknis, standar ASTM sendiri membedakan baja berlapis seng (galvanized) dan baja berlapis paduan seng-besi (galvannealed).

Apakah Galvanis dan Galvanil Bisa Disebut Sama?

Jawaban singkatnya, tidak sepenuhnya sama. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan baja berlapis seng dan sama-sama memberikan perlindungan terhadap korosi. 

Namun, galvanil memiliki karakter lapisan yang berbeda karena adanya proses galvannealing. Jadi, jika pembicaraan hanya berada pada level umum, keduanya mungkin terlihat serupa. Namun, ketika masuk ke spesifikasi material, proses fabrikasi, finishing, dan kebutuhan aplikasi, perbedaannya menjadi penting.

Kesimpulan

Perbedaan plat galvanis dan galvanil terutama terletak pada karakter lapisan dan proses pembentukannya. Plat galvanis merupakan baja dengan lapisan seng, sedangkan galvanil atau galvannealed memiliki lapisan paduan seng-besi yang terbentuk melalui perlakuan panas setelah proses pelapisan seng.

Keduanya sama-sama memiliki fungsi perlindungan terhadap korosi, tetapi karakter materialnya membuat penggunaannya dapat berbeda. Galvanis relevan ketika perlindungan berbasis lapisan seng menjadi kebutuhan utama, sedangkan galvanil memiliki keunggulan tersendiri untuk aplikasi yang membutuhkan karakter permukaan, pengecatan, atau pengelasan tertentu.