Saat berbicara soal pemasangan atap spandek, istilah “jarak reng” sering kali muncul—dan ini bukan sekadar detail teknis.
Jarak reng adalah ukuran antar balok reng, yaitu batang horizontal yang menjadi tempat dudukan lembaran atap.
Meski terlihat sederhana, pengaturan jarak ini punya peran besar dalam menentukan apakah atap akan kokoh berdiri atau justru mudah melendut diterpa angin.
Bayangkan reng sebagai “fondasi mini” bagi lembaran spandek.
Jika terlalu renggang, atap bisa bergoyang atau bahkan bergelombang seiring waktu.
Tapi kalau terlalu rapat, material jadi boros dan ongkos bisa membengkak.
Di sinilah pentingnya menentukan jarak reng yang pas, sesuai karakter spandek yang digunakan.
Berikut ini beberapa tips yang akan memandu Anda menentukan jarak spandek atap yang paling proporsional.
Kenapa Jarak Spandek Atap Penting pada Bangunan?
1. Menentukan Kekuatan dan Kestabilan Atap
Jarak reng yang tepat mendukung lembaran spandek menahan beban saat terkena angin, hujan, atau orang yang berjalan.
2. Mencegah Lembaran Spandek Melendut
Reng yang terlalu jarang membuat spandek mudah melengkung atau bergelombang karena kurang penyangga di bawahnya.
3. Menghindari Kerusakan dan Kebocoran
Jika reng terlalu jauh, sekrup bisa tertarik atau robek saat hujan deras atau tertiup angin, berisiko menimbulkan kebocoran.
4. Efisiensi Penggunaan Material
Jarak yang tepat mencegah pemborosan material—baik reng maupun lembaran spandek—sehingga proyek lebih hemat biaya.
5. Menjamin Keamanan Struktur
Untuk bangunan dengan beban tambahan (misalnya: AC gantung, solar panel), jarak reng yang tepat membantu mencegah kegagalan struktur.
6. Memengaruhi Estetika Atap
Pemasangan reng yang ideal membuat permukaan atap terlihat rata dan rapi, tanpa gelombang atau cekungan.
7. Menyesuaikan dengan Spesifikasi Spandek
Setiap ketebalan spandek punya daya lentur berbeda. Jarak reng perlu disesuaikan agar tidak melebihi kapasitas dukung spandek tersebut.
Tips Menghitung Jarak Reng Atap Spandek versi Prima Bajaindo Sukses
1. Ketebalan Spandek
Secara umum, semakin tebal spandek, semakin jauh jarak reng yang bisa dipasang. Untuk spandek 0.30 mm, jarak antar reng idealnya berkisar 60–80 cm.
Bila menggunakan spandek 0.35 mm, jaraknya bisa ditingkatkan menjadi 80–100 cm.
Sedangkan spandek dengan ketebalan 0.40 mm ke atas mampu menopang bentang reng hingga 120 cm.
2. Cuaca dan Beban
Faktor cuaca dan beban juga perlu dipertimbangkan. Di daerah rawan angin kencang atau jika atap akan menanggung beban tambahan seperti solar panel, sebaiknya jarak reng dibuat lebih rapat demi keamanan jangka panjang.
Jadi, menentukan jarak reng bukan sekadar urusan angka, tapi soal menciptakan atap yang awet, rapi, dan tahan segala cuaca.
Memasang atap spandek bukan hanya soal menaruh lembaran logam di atas rangka.
Ada seni dan perhitungan teknis yang harus diperhatikan agar hasilnya bukan hanya rapi, tapi juga kuat, awet, dan tahan segala cuaca.
Tips Dalam Pengukuran Jarak Reng Untuk Atap Spandek
Salah satu kunci dari pemasangan yang berhasil adalah menentukan jarak reng dengan tepat.
Berikut ini beberapa tips penting saat mengukur dan menentukan jarak reng atap spandek, serta pertimbangan praktis yang perlu Anda pahami sebelum memasangnya.
1. Kenali Dulu Ketebalan dan Jenis Spandek yang Digunakan
Tidak semua spandek diciptakan sama. Ada yang tipis dan ringan, ada juga yang lebih tebal dan kaku. Ketebalan spandek biasanya berkisar antara 0.25 mm hingga 0.50 mm.
Semakin tebal spandek, semakin lebar jarak antar reng yang bisa digunakan.
Ilustrasi Sederhana:
| Ketebalan Spandek | Jarak Reng Ideal |
| 0.25 – 0.30 mm | 60 – 80 cm |
| 0.35 mm | 80 – 100 cm |
| ≥ 0.40 mm | 100 – 120 cm |
➡ Tips: Jangan asal pilih jarak. Cocokkan dulu ketebalan spandek dengan rekomendasi jarak yang disarankan dari produsennya.
2. Pertimbangkan Lokasi Bangunan dan Kondisi Cuaca
Jika bangunan berada di daerah rawan angin kencang, curah hujan tinggi, atau cuaca ekstrem, jarak reng sebaiknya dibuat lebih rapat dari standar.
Hal Ini untuk memberikan kekuatan tambahan agar spandek tidak melendut atau robek saat terjadi tekanan kuat dari atas maupun bawah.
➡ Tips: Di wilayah pesisir atau dataran tinggi, gunakan jarak reng minimal dan tambahkan sekrup lebih banyak di titik-titik rawan.
3. Sesuaikan dengan Bentang Atap dan Beban Tambahan
Semakin panjang bentang atap (jarak antar kuda-kuda), semakin besar tekanan pada setiap lembar spandek.
Apalagi jika di atas atap akan dipasang beban tambahan seperti :
- Solar panel
- Talang air
- Perangkat HVAC.
➡ Tips: Untuk atap bentang panjang, gunakan spandek lebih tebal dan reng lebih rapat untuk menghindari getaran atau kelenturan berlebih.
4. Gunakan Alat Ukur dan Marking yang Akurat
Kesalahan umum saat pemasangan reng adalah pengukuran yang tidak presisi, sehingga lembaran spandek menjadi tidak rata, sekrup meleset, atau sambungan reng tidak sejajar.
➡ Tips: Gunakan meteran baja, waterpass, atau laser level untuk menentukan jarak dan garis lurus antar reng. Tandai posisi setiap reng sebelum dipasang agar hasilnya sejajar dan rapi.
5. Perhatikan Letak Sambungan Antar Lembaran Spandek
Sambungan antar lembaran spandek juga harus ditopang dengan reng. Jadi, saat mengatur jarak, pastikan sambungan berada tepat di atas reng agar bisa disekrup dengan kuat.
➡ Tips: Saat memotong atau menyusun spandek, rencanakan terlebih dahulu posisi sambungan agar tidak berada di area kosong atau di luar reng, karena ini bisa menyebabkan kebocoran.
6. Tambahkan Griptape atau Pelindung pada Reng Kayu
Jika reng yang digunakan terbuat dari kayu, seiring waktu bisa mengembang atau menyusut karena cuaca.
Untuk mencegah lembaran spandek bergeser atau baut menjadi longgar, bisa dipasang griptape atau pelapis anti-slip antara reng dan lembaran spandek.
➡ Tips: Untuk konstruksi jangka panjang, pertimbangkan menggunakan reng baja ringan yang lebih stabil dan tahan rayap.
Kesimpulan
Mengukur dan mengatur jarak reng bukan sekadar soal penggaris dan angka. Ada banyak hal yang memengaruhinya—dari jenis bahan, cuaca, hingga perencanaan struktur bangunan secara menyeluruh.
Dengan memperhatikan tips di atas, Anda bisa memastikan atap spandek terpasang rapi, kuat, dan tahan bertahun-tahun ke depan.
Prima Bajaindo Sukses (PBS) menyediakan spandek atap dalam berbagai ukuran, warna, dan ketebalan, sesuai kebutuhan proyek Anda—baik untuk hunian, bangunan industri, hingga proyek berskala besar.
Jika Anda sedang merancang atap dan butuh bantuan memilih jenis spandek yang tepat, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan Tim Prima Bajaindo Sukses yang berpengalaman dalam dunia baja dan konstruksi. Kami tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan panduan teknis yang membantu Anda membuat keputusan yang efisien dan akurat. Karena kami percaya, pemasangan atap yang berhasil selalu dimulai dari perencanaan yang matang, material yang tepat, dan mitra yang dapat dipercaya.
