Serba Serbi Plat Kapal

Serba Serbi Plat Kapal

Plat kapal adalah plat baja yang utamanya sering digunakan dalam pembuatan badan kapal. Ukuran standarnya berkisar 5 x 20 kaki atau 6 x 20 kaki. Tebalnya kurang lebih 3.0 mm hingga 25.0 mm. Ukurannya yang lebih besar memudahkan arsitektur dalam proses pembuatan kapal. Meski pun namanya mengindikasikan material ini sering digunakan dalam pembuatan kapal, ini juga seringkali digunakan dalam industri dan komponen lainnya.

Plat kapal berbeda dengan plat baja pada umumnya dikarenakan adanya kandung unsur tambahan utama selain baja. Unsur campuran ini berfungsi menahan laju korosi yang biasanya ditemukan pada kapal yang disebabkan oleh air laut. Ini cukup berbahaya untuk kapal, karenanya diperlukan unsur campuran guna meningkatkan kualitas yang lebih tinggi dari sekedar plat baja biasa. Plat ini memiliki kekuatan tarik tinggi yang digunakan untuk konstruksi lambung. Selain itu, plat baja kapal mempunyai kadar karbon sebagai pelindung dari korosi. Untuk itu plat baja pada kapal dibuat khusus. Karenanya, tingkat kekerasan atau kekuatan tarik dari plat baja kapal umumnya lebih baik dari pada plat baja lainnya.

Baja dengan kekuatan tarik yang lebih tinggi untuk digunakan dalam konstruksi lambung telah disetujui oleh pihak badan klarifikasi. Itu berarti harus menjalani beberapa tahap pengujian atau tes uji material. Tesnya pun juga berbeda dengan plat baja biasa. Pengujian ini diberlakukan untuk mengetahui performa dari material karena saat di laut, kapal akan mengalami defleksi yang diakibatkan pergesekan antara badan kapal dan air laut.

Setiap baja memiliki kekuatan tarik terutama pada bangunan kapal. Kekuatan tarik pada kapal yang paling besar seringkali ada pada daerah lambung kapal, dan terutama bisa dilihat dari kapal tangker, kontainer, dan kargo. Ini seringkali membuat konstruksi di bagian dek mengalami penurunan ketebalan agar kapal tidak terlalu berat. Karenanya, di kulit bawah dan frame pada bagian tengah kapal lebih sering lebih tebal karena mengalami defleksi yang juga besar.

Meski namanya plat kapal, pemakaian plat baja untuk kapal memiliki resiko kerusakan yang tinggi, terutama jika terjadi korosi yang diakibatkan lingkungan air laut yang rendah. Posisi plat pada lambung kapal juga harus sesuai, seperti plat lengkungan di bagian buritan kapal. Umumnya ada tiga macam posisi plat baja di bagian kapal ini; selalu tercelup air, keluar masuk air, dan tidak tercelup air.

Selain itu ketebalan plat bajanya pun juga perlu diperhatikan. Untuk mengukur ini, ada empat macam tes ketebalan, yaitu ultrasonic test (mudah, cepat, tidak menimbulkan cacat dan tonjolan kulit), test hammering (menggunakan palu percobaan yang terdiri dari dua ujung), test hole (melubangi permukaan kapal dengan menggunakan alat bor dan mengukur ketebalan dari kedalaman lubangnya), dan yang terakhir linear dial gauges (menggunakan socket untuk mengukur keausan).

Kekuatan tarik baja adalah aplikasi penting dalam sebuah bangunan kapal karena sebuah plat baja juga mengalami kelelahan saat proses pengelasan. Selain kekuataan tarik baja perlu diperhatikan juga tingkat korosi dari baja tersebut dan dilakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi hal ini. Baja dengan kekuatan tarik yang lebih tinggi digunakan untuk konstruksi lambung yang telah disetujui oleh pihak badan klasifikasi. Spesifikasi meliputi metode pembuatan, komposisi kimia, perlakuan panas, dan sifat mekanik dari baja tersebut.

Cara Mengolah Plat Baja

Plat kapal dibuat dengan meleburkan bijih besi dalam tungku sembur yang strukturnya kerucut. Tungkunya juga harus terbuat dari bahan yang tahan api. Dalam proses peleburan, panasnya umumnya menggunakan kokas dan batu kapur agar kerak pada bijih besinya dapat terangkat dan tidak bercampur. Masing-masing lempengan platnya memiliki kandungan besi sekitar 92-97 persen, karbon, silicon, mangan, belerang, dan fosfor. Untuk menjaga kualitasnya, cetakan plat kotoran yang ikut terbawa harus dikurangi.

Dikarenakan sifat baja dapat berubah karena menerima perlakukan panas, maka hal ini dapat berpengaruh besar pada proses pengelasan plat kapal. Perlakuan panas terhadap baja tergantung dari bahan baja tersebut. Berikut proses-proses perlakuan panas terhadap baja saat memproses plat kapal:

1. Annealing – Proses yang terdiri dari pemanasan baja hingga 8500 hingga 9500 celsius. Kemudian baja didinginkan dalam tungku secara lambat. Ini digunakan agar mengurangi tekanan internal untuk melunakkan baja dan juga mempertahankan kualitas baiknya saat menerima perlakuan panas selanjutnya.

2. Normalizing – Proses ini dideskripsikan sebagai proses pemanasan baja secara perlahan, kemudian didinginkan. Agar bajanya lebih kuat dan keras, proses pendinginan biasanya dilakukan dengan lebih cepat.

3. Quenching – Baja dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu lalu dipadamkan dengan menggunakan air. Proses ini menghasilkan baja yang keras dengan struktur lebih baik.

4. Tempering – Proses lanjutan dari quenchingan dengan melakukan pemanasan hingga 6800 celsius. Kemudian bajanya didinginkan dengan minyak atau air.

5. Stress Relieving – Ini dilakukan saat mengurangi tekanan internal dikarenakan suhu baja akan naik, sehingga tidak akan terjadi perubahan struktur bahan. Kemudian baja harus didinginkan secara perlahan.

Selain dalam pembuatan kapal, plat ini juga kerap kali digunakan dalam industri minyak dan gas. Industri tersebut, terutama dibagian pengolahan, kerap kali menggunakan tangki sebagai tempat penyimpan atau penampungan produk atau bahan baku. Dan tentunya, bahan yang digunakan untuk buat tangki seperti ini harus tahan korosi dan tidak mudah bocor, sama seperti bahan yang digunakan kapal. Meski begitu, jenis tangka dalam perindustrian minyak dan gas punya bentuk dan spesifikasi yang berbeda-beda.

Industri minyak dan gas sendiri juga seringkali menggunakan banyak jenis kapal, seperti tanker yang berfungsi mengangkut minyak dan gas alam cair. Ada juga kapal tongkang yang berperan sebagai pengangkut muatan barang. Dalam industry minyak dan gas, muatan yang diangkut biasanya untuk menunjang kebutuhan dan kegiatan industri. Kemudian adalah kapal yang disebut kapal tug yang fungsinya untuk menarik atau mendorong kapal lain. Lalu ada kapal yang umumnya disebut Accommodation Work Barge atau AWB. Kapal ini berfungsi sebagai tempat akomodasi pekerja di kilang minyak.

Kesamaan dari semua kapal dalam industri minyak dan gas, yakni semuanya menggunakan plat baja yang sama dalam konstruksinya; plat kapal.

Dalam industri minyak dan gas, seringkali terdapat boiler. Benda ini juga merupakan salah satu komponen yang dibangun dengan menggunakan plat kapal. Pada industri ini, boiler berfungsi untuk menghasilkan uap, yang berguna menjaga suhu saat terjadi evaporasi di evaporator dan dalam kolom penyulingan minyak bumi.

Baja dan plat kapal dari PBS atau PT. Prima Bajaindo Sukses merupakan salah satu supplier besi dan baja terbaik dengan kualitas terpercaya. Perusahaan kami sering terlibat dalam memenuhi kebutuhan Konstruksi, Industri dan Umum. dan sampai saat ini sudah memiliki lebih dari 100.000 pelanggan. 

Prima Bajaindo Sukses selalu senantiasa melayani pelanggan dengan Lengkap, Akurat, dan Cepat. Silahkan kunjungi kami untuk melihat langsung koleksi besi dan baja terlengkap dan berkualitas.